Rabu, 08 Mei 2013

TAHUN 2033 MANUSIA MENDARAT DI MARS

WASHINGTON, Ingin ke Mars? Kini waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya menjadi kenyataan bahkan lebih singkat dari waktu yang mungkin dibutuhkan untuk menemukan vaksin atau obat dari beragam penyakit. Hanya 20 tahun! Sebuah rencana untuk menerbangkan suami istri ke Mars lewat program Inspiration Mars ditawarkan oleh miliuner Dennis Tito. Sementara itu, misi Mars One yang lebih ekstrem berencana memberangkatkan manusia ke Mars tanpa kembali ke Bumi dalam satu dekade dari sekarang. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam pernyataannya seperti dikutip AFP, Senin (6/5/2013), mengatakan bahwa sangat mungkin bagi manusia untuk mendarat di Mars. Waktunya hanya 20 tahun dari sekarang. Alias, pada tahun 2033, manusia sudah bisa mendarat di Mars. Mulai Senin kemarin, beberapa nama besar dalam dunia keantariksaan membahas kemungkinan manusia mendarat dan mengolonisasi Mars dalam konferensi yang akan berlangsung tiga hari. Peluang serta tantangan yang dihadapi dibahas. Berbagai pihak mengatakan, tantangan ke Mars bukanlah masalah teknologi, tetapi masalah uang. NASA saja yang berada di bawah pengelolaan negara maju mengalami krisis keuangan karena hanya mendapatkan 0,5 persen dari anggaran negara. Bagaimana dengan negara seperti Indonesia? "Jika kita memulai dari sekarang, sangat mungkin mendarat di Mars dalam 20 tahun. Ini tidak butuh keajaiban, ini membutuhkan uang dan rencana untuk mengatasi tantangan dalam rekayasa teknologi," kata Scott Hubbard, pakar dari Stanford University. Hubbard menuturkan, salah satu tantangan terbesar adalah membawa beban hingga 30-40 ton ke Mars. Beban itu adalah beban minimal yang dibutuhkan untuk membangun habitat di Mars. Tantangan lain adalah menyediakan bahan bakar yang cukup untuk ke Mars. NASA sendiri kini tengah mengembangkan Space Launch System dan kapsul Orion untuk mendukung perjalanan Hubbard, bahan bakar nuklir dibutuhkan untuk mendukung daya dorong dan menyingkat waktu perjalanan hingga 3 bulan. Selain masalah teknologi, tantangan lain dalam perjalanan ke Mars juga harus dipecahkan. Dampak radiasi sendiri kini belum dipahami betul akibatnya bagi kesehatan manusia. Salah satu yang telah diprediksi, radiasi bisa memicu kanker. Perlu dipahami efeknya bagi sistem saraf pusat atau otak. Tantangan lain adalah masalah fisiologi, seperti berkurangnya massa jenis tulang dan otot. Lalu juga masalah psikologis yang mencakup perasaan kesendirian menjalani misi hingga tinggal di tempat yang sama sekali baru. Jika tantangan itu diatasi, mendarat di Mars bukanlah tak mungkin....KOMPAS

Selasa, 07 Mei 2013

GUNUNG DI MARS

Gunung di Mars, Benarkah Terbentuk oleh Air NASA Gunung Sharp mungkin terbentuk oleh peran angin yang bertiup di bagian pinggiran Kawah gale (anak panah merah) dan lereng Gunung Sharp (anak panah kuning) pada pagi hari dimana tanah relatif hangat. Salah satu gunung di Mars yang menarik perhatian ilmuwan adalah Gunung Mars. Gunung ini menjulang lebih kurang 5 km dari kawah Gale. Gunung tinggi ini menjadi target misi Curiosity yang dimulai sejak 6 Agustus 2012 lalu. Gunung Mars menyisakan misteri tentang pembentukannya. Ada teori yang menyatakan bahwa wilayah gunung dahulu merupakan danau. Air berperan penting dalam pembentukan gunung tersebut. Utamanya, gunung terbentuk oleh endapan lumpur danau. Kevin Lewis dan timnya dari Princeton University berupaya memecahkan misteri pembentukan gunung tersebut. Tim yang mengamati kenampakan Gunung Mars mengatakan, gunung memiliki pola radial unik menyerupai lingkaran kipas yang mengarah ke tepi pusat lingkaran. Berdasarkan pola tersebut, tim melakukan pemodelan komputer. Hasilnya, menurut mereka, kenampakan Gunung Sharp cocok dengan kenampakan gundukan yang terbentuk oleh angin. Angin menggerakkan debu dan material lain hingga membentuk gundukan tinggi di pusat Gunung Sharp. "Hasil studi kami tidak membantah adanya danau di Kawah Gale, tetapi menyatakan bahwa gundukan material di Gunung Sharp merupakan hasil deposit angin," ungkap Lewis seperti dikutip Space.com, Selasa (7/5/2013). Anggota tim misi Curiosity, Dawn Summer, mengungkapkan bahwa hasil studi Lewis menarik. Wahana antariksa Curiosity yang kini telah berada di wilayah Yellowknife Bay, 10 km dari kaki Gunung Sharp, bisa membuktikan kebenaran hasil studi itu. "Hasil riset ini adalah model baru pembentukan Gunung Sharp yang memberikan petunjuk spesifik tentang karakteristik batuan di gunung itu. Observasi Curiosity di kaki Gunung Sharp bisa membuktikan kebenaran pemodelan itu dengan mencari bukti deposisi sedimen oleh angin," urainya. Menurut Summer, bisa saja Gunung Sharp terbentuk oleh air ataupun angin. Masih perlu dibuktikan hingga kini. Namun, bagaimanapun proses pembentukan itu, Gunung Sharp tetap akan menyuguhkan cerita menarik tentang lingkungan Mars dan sejarahnya. KOMPAS 7/5/2013

TIGA FENOMENA LANGIT INDAH PADA BULAN MEI

— Bulan Mei 2013 akan menjadi salah satu bulan terindah di tahun 2013. Ada tiga fenomena langit indah yang bisa dinikmati. Akhir pekan ini, tepatnya Minggu (5/5/2013) malam, akan ada hujan meteor Eta Aquarid yang siap menghibur. Hujan meteor ini ditimbulkan ketika atmosfer Bumi berinteraksi dengan debu komet Halley. Meteor Eta Aquarid tampak muncul dari rasi Aquarius. Dalam kondisi ideal, ada 30 - 60 meteor yang bisa dilihat setiap jamnya. Setelah hujan meteor itu, warga Indonesia akan bisa melihat fenomena gerhana Matahari pada 10 Mei 2013 mendatang. Penduduk Pasifik bisa melihat fenomena gerhana Matahari cincin. Sayang, Indonesia hanya bisa melihat gerhana Matahari sebagian. Gerhana Matahari terjadi karena Bulan menutupi piringan Matahari. Ada tiga fenomena gerhana Matahari yang bisa muncul, yakni total, sebagian, dan cincin. Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari. Sementara, pada gerhana sebagian, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutupi. Pada gerhana Matahari cincin, struktur cincin akan terlihat di luar Bulan yang menutupi Matahari. Gerhana Matahari cincin adalah yang terunik, terjadi karena bayang-bayang Bulan yang menutupi Matahari tidak sampai ke permukaan Bumi. Fenomena langit ketiga yang akan terjadi pada bulan Mei adalah gerhana Bulan penumbra. Gerhana Bulan ini khas karena kadang sulit dikenali dengan mata telanjang. Gerhana akan tampak seperti bukan gerhana. Gerhana Bulan penumbra akan terjadi pada 25 Mei 2013 nanti. Gerhana Bulan penumbra sebelumnya pernah terjadi pada 20 November 2012. Seluruh fenomena langit tersebut bisa terjadi ketika langit mendukung, tak ada awan dan hujan. Semoga saja prakiraan bahwa pada bulan Mei banyak wilayah Indonesia sudah memasuki kemarau benar. Jika tak ada awan, paling tidak pengamatan bisa lebih maksimal. Siap untuk pertunjukan langit bulan ini? Catat tanggal-tanggal yang telah disebutkan. Jangan lupa, planet seperti Jupiter dan Saturnus masih akan terlihat juga di bulan Mei ini. KOMPAS,7 MEI 2013

W A K TU D U N I A